PRANATA PENDIDIKAN
PRANATA PENDIDIKAN
1.PENGERTIAN
Adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau
kelompok orang dalam usaha untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran
atau pelatihan / Salah satu wadah sosialisasi nilai-nilai yang ideal di
masyarakat. Di Indonesia,berdasarkan ruang lingkupnya, pendidikan dapat digolongkan
menjadi 3, yaitu pendidikan dalam keluarga (pendidikan informal) ,pendidikan
sekolah (pendidikan formal) dan pendidikan luar sekolah (pendidikan nonformal).
Contoh
pendidikan formal : Sekolah umum,Sekolah Kejuruan,Sekolah Luar Biasa.
Contoh
pendidikan nonformal : Kursus keterampilan , kursus bahasa ,kursus komputer.
2.FUNGSI
ª Fungsi
konservasi (pengawetan)
ª Fungsi
evaluatif (penilaian)
ª Fungsi
kreatif
1.Menurut Bruce J.Cohen
Fungsi pranata pendidikan antara lain :
o Memberikan persiapan bagi peran-peran pekerjaan
o Sebagai perantara perpindahan warisan kebudayaan
o Memperkenalkan peranan dalam masyarakat
o Mempersiapkan individu dengan berbagai peranan sosial
o Memberi landasan penilaian dan pemahaman· Meningkatkan kemajuan melalui riset-riset ilmiah
o Memperkuat penyesuaian dari dan mengembangkan hubungan sosial
2.Menurut Bogardus
Fungsi pranata pendidikan antara lain :
3.Menurut David Popenoe
Fungsi
pendidikan antara lain :
ü ·Sebagai
transmisi kebudayaan masyarakat yaitu selalu disesuaikan dengan situasi dan
kondisi masyarakat.
ü ·Menjamin
adanya integrasi sosial di tengah masyarakat Indonesia yang
majemuk ·Sumber inovasi sosial.
4.Menurut Horton and Hunt
Fungsi
nyata (manifest) pendidikan antara lain :
¯ Mempersiapkan anggota
masyarakat untuk mencari nafkah
¯ Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi
dan kepentingan masyarakat
¯ Melestarikan kebudayaan
¯ Menanamkan
ketrampilan yang perlu bagi partisipasi demokrasi.
Fungsi
tersembunyi / laten pendidikan antara lain :
3.UNSUR-UNSUR PRANATA PENDIDIKAN
Pola Perilaku : Disiplin , Bekerja keras
Budaya Simbolis : Buku Pelajaran , lambang sekolah
Budaya Manfaat : Sekolah
Kode spesialisasi : ilmiah
4.STUDI KASUS
Penyalahgunaan
narkoba merupakan kenakalan remaja dan Penyalahgunaan narkoba menimbulkan
akibat buruk bagi remaja itu sendiri, keluarga, masyarakat dan tentunya bagi
bangsa dan negara. Untuk mencegah kasus penyalahgunaan narkoba masyarakat harus
mengetahui tentang narkoba. Masyarakat harus mengetahui tentang bahaya yang
ditimbulkan dari narkoba. Memang ada kalanya narkoba digunakan dalam dunia
medis. Penggunaan narkoba dalam dunia medis harus mengantongi izin dari Menteri
kesehatan. Pemakaian narkoba yang tidak untuk tujuan medis merupakan perbuatan
yang melanggar hukum. Untuk menangani kasus tersebut peran pendidikan sangatlah
diperlukan. Anak harus mendapatkan pendidikan dari keluarganya sedini mungkin.
Pendidikan dari keluarga terutama orang tua berperan untuk membentuk pribadi
anak yang kuat. Seorang anak tidak hanya mendapatkan pendidikan dari keluarganya,
tapi juga dari sekolah dan masyarakat. Antara pendidikan keluarga, sekolah, dan
masyarakat harus berjalan dengan seimbang.
Comments
Post a Comment